Jumat, Mei 14, 2010

Multi Level Marketing Amal Sholeh, Boosting Pahala Kebaikan

Judul di atas memang menggelitik penulis untuk diangkat dalam blog ini.
Bagi rekan-rekan pembaca mungkin istilah MLM (Multi level marketing) tidak lah asing lagi.

Sebelumnya saya akan memaparkan tingkatan iman seseorang beberapa literatur mengkelompokkan dalam tiga kelompok:
1. kelompok pertama iman seorang budak; imannya seseorang dikarenakan ia takut akan siksa seorang hamba kepada Tuhannya dimana Alloh menciptakan Neraka bagi orang-orang yang ingkar dari keimanannya.
2. kelompok kedua iman seorang pedagang; imannya seseorang dikarenakan ia menginginkan pahala yang kelak dengan pahalanya ia kumpulkan sebanyak-banyaknya sehingga dengan pahalanya ia berharap surga-Nya akan dihadiahkan kepadanya sebagai balasannya.
3. kelompok ketiga iman seorang hamba yang berharap semata-mata mengharap ridho Tuhannya. inilah iman seorang hamba yang paripurna. Iman dengan tingkat keikhlasnya tak terukur. dia beramal didunia semata-mata berharap ridho dari Tuhannya. Iman yang demikian adalah iman para Nabi dan Rasul.

Khusus pembahasan kelompok keimanan kedua, saya akan bahas lebih detail;
dibanyak ayat Al Quran, banyak firman Alloh menjanjikan surga, kenikmatan-kenikmatan lain didalamnya. Untung dan rugi seorang hamba beriman (QS. al mukminuun 1) atau intinya "pancingan" kenikmatan-kenikmatan yang kekal itu Alloh janjikan untuk hambanya agar beriman dan beramal sesuai syariah yang diajarkan Rasulullah.

Diayat-ayat Al Quran lainnya, banyak kata menggunakan istilah perniagaan, perdagangan sebagai transaksi dunia akhirat dengan tujuan berhitung untung dan ruginya. Salah satu ayat adalah QS. Ash Shaff 10; "Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?" yang ayat-ayat setelahnya Alloh sebutkan suatu perniagaan (baca: transaksi dengan Alloh) seperti apa yang menguntungkan.
11. (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.
12. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah 'Adn. Itulah keberuntungan yang besar.



Memang, tingkatan keimanan afdolnya kelompok iman yang ketiga. Namun, dengan janji-janji Alloh dan "sentilan" Alloh dalam ayat diatas untuk berdagang dengan Alloh sudah selayaknya kita berlomba-lomba untuk mencari pahala tentu dengan akhirnya kita berharap ridho Alloh akan turun kepada kita. Amin

Kemudian, kira-kira selayaknya kita berhitung investasi dalam perniagaan dengan Alloh yang menurut penulis perlu dipertimbangkan untuk senantiasa diperhitungkan dengan tidak mengkesampingkan amal ibadah lainnya di luar ibadah wajib.Yaitu ibadah dengan pahala yang mengalir tanpa henti yaitu Amal Jariyah, Ilmu yang bermanfaat dan doa anak sholeh.
Mungkin sebagian orang berpendapat :
- Amal Jariyah untuk hanya untuk orang-orang tertentu (banyak harta)
- Ilmu yang bermanfaat untuk hanya orang-orang berilmu (orang alim)
- Doa anak sholeh; hanya doa anak sholeh kepada orang tuanya.
Konsep Multi Level Marketing adalah sponsor (up line) mendapatkan bonus secara tidak langsung akibat perputaran keuntungan yang diperoleh perusahaan oleh karena down line mereka bekerja dengan giatnya yang sebenarnya ia bekerja giat untuk mendapatkan keuntungan untuk dirinya sendiri. Ia bekerja dan mendapat keuntungan tanpa merasa bahwa sebagian keuntungan itu untuk up line yang juga membantu membesarkan dia (down line) dengan mengajak dan mengajarkannya dalam bisnis tsb sehingga ia mendapat royalti.

Penulis yakin ; seseorang yang memfasilitasi seorang beramal jariyah dengan menjadi panitia penarik amal jariyah atau aktif didalam lembaga sosial keagamaan, dia akan mendapatkan manfaat pahala dari sisi Alloh.
Seseorang yang memfasilitasi seorang anak fakir/miskin dengan tekad dan berusaha menjadi seorang hafidzalloh (penghafal Al Quran). dia akan dapat kecipratan pahalanya. dan ketika penghafal tsb mengajarkannya ke orang lain. pasti ia juga kecipratan pahala kebaikannya. melaluinya ia menjadi seorang hafidz dan guru, demikian seterusnya.

Maknanya; jangan anggap sepele,... ketika kita menjadi seorang fasilitator ummat dalam berlomba-lomba berbuat amal sholeh. bukan tidak mungkin karenanya kita sebenarnya menanamkan amal jariyah/deposito akhirat kita. Melalui aktifitas/fasilitas/media kita amal jariyah, ilmu manfaat orang disekitar kita menjadi berputar, melalui kita orang sekitar kita menjadi semangat beramal sholeh. Allohu'alam.

Rabu, Februari 17, 2010

Empat Pertanyaan di Padang Mahsyar

Setiap muslim wajib mengimani hari akhir atau hari Kiamat. Bahkan hal itu merupakan rukun iman yang kelima. Di dalam hadits-hadits shahih diterangkan bahwa setelah dunia ini hancur, manusia yang di dalam kubur dibangkitkan dan semua akan dikumpulkan oleh Allah di padang Mahsyar. Siapkah kita menghadapi peristiwa tersebut? Apa saja yang akan terjadi pada saat itu ?
Pada saat itu manusia akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah Ta’ala tentang segala macam yang telah dilakukan selama hidup di dunia ini. Pada hari itu tidak berguna harta, anak, tidak bermanfaat apa yang dibanggakan selama di dunia ini. Pada hari itu hanya ada penguasa tunggal yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan berbagai macam nikmat kepada manusia, kemudian Dia menyuruh menggunakan nikmat tersebut sebaik-baiknya dalam rangka mengabdi kepada-Nya.
Karena Allah yang telah mengaruniakan nikmat-nikmat itu kepada manusia, maka sangatlah wajar apabila Ia menanyakan kepada manusia untuk apa nikmat-nikmat itu digunakan.Dalam sebuah hadits, Rasululah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda : “Tidaklah bergeser kedua kaki seorang hamba (menuju batas shiratul mustaqim) sehingga ia ditanya tentang umurnya untuk apa ia habiskan, ilmunya untuk apa ia amalkan , hartanya dari mana ia peroleh dan kemana ia habiskan dan badannya untuk apa ia gunakan” (Hadits Shahih Riwayat At Tirmidzi dan Ad Darimi)
1. Umur Umur adalah sesuatu yang tidak pernah lepas dari manusia. Bila kita berbicara tentang umur, maka berarti kita berbicara tentang waktu. Allah dalam Al Qur’an telah bersumpah dengan waktu “Demi masa” maksudnya agar manusia lebih memperhatikan waktu. Waktu yang diberikan Allah adalah 24 jam dalam sehari-semalam. Untuk apa kita gunakan waktu itu? Apakah waktu itu untuk beribadah atau untuk yang lain-lain yang sia-sia?
Diantara sebab-sebab kemunduran umat Islam ialah bahwa mereka tidak pandai menggunakan waktu untuk hal-hal yang bermanfaat, sebagian besar waktunya untuk bergurau, bercanda, ngobrol tentang hal-hal yang tidak bermanfaat bahkan terkadang membawa kepada perdebatan yng tidak berarti dan pertikaian. Sementara orang-orang kafir menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya, sehingga mereka maju dalam berbagai bidang kehidupan dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
Keadaan umat Islam saat ini sangat memprihatinkan. Ada diantara mereka yang tidak mengerti ajaran agamanya dan ada yang tidak mengerti ilmu pengetahuan umum. Bahkan ada di antara mereka yang buta huruf baca tulis Al Qur’an. Bila kita mau meningkatkan iman dan amal, maka seharusnyalah kita bertanya kepada diri masing-masing; sudah berapa umur kita hari ini?, dan apa yang sudah kita ketahui tentang Islam?, apa pula yang sudah kita amalkan dari ajaran Islam ini? Janganlah kita termasuk orang yang merugi.
2. IlmuYang membedakan antara muslim dan kafir adalah ilmu dan amal. Orang muslim berbeda amaliahnya dengan orang kafir dalam segala hal, dari mulai kebersihan, berpakaian, berumah tangga, bermua’malah dan lain-lain. Seorang muslim diperintahkan oleh Allah dan RasulNya agar menuntut ilmu. Allah berfirman “Apakah sama orang yang tahu (berilmu) dengan yang tidak berilmu?” (QS. Az Zumar:9)
Ayat ini kendatipun berbentuk pertanyaan tetapi mengandung perintah untuk menuntut ilmu. Menuntut ilmu agama hukumnya wajib atas setiap individu muslim, misalnya tentang membersihkan najis. Berwudhu yang benar, cara shalat yang benar dan hal-hal yang dilaksanakan setiap hari. Karena bila ia tidak tahu, maka amalannya akan tertolak , dan Allah akan bertanya kepadanya kenapa ia mengikuti apa yang tidak ia ketahui, seperti dalam firmanNya : Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya (QS. Al Isra’:36)
Ilmu yang sudah dipelajari oleh umat islam harus digunakan untuk kepentingan Islam. Ilmu yang sudah dituntut dan dipelajari wajib diamalkan menurut syari’at Islam. Ilmu tidak akan berarti apa-apa dalam hidup dan kehidupan manusia kecuali bila manusia mengamalkannya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda : “Beramallah kamu (dengan ilmu yang ada) karena tiap-tiap orang dimudahkan menurut apa-apa yang Allah ciptakan atasnya” (HR. Muslim)
3. HartaRasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda : “Bagi tiap-tiap umat itu fitnah dan sesungguhnya fitnah ummatku adalah harta” (HR. At Tirmidzi dan Hakim)
Harta pada hakikatnya adalah milik Allah. Harta adalah amanat Allah yang dilimpahkan kepada umat manusia agar dia mencari harta itu dengan halal, menggunakan harta itu pada tempat yang telah ditetapkan oleh syari’at islam. Bila kita amati keadaaan umat islam saat ini, banyak kita dapati diantara mereka yang tidak lagi peduli dengan cara mengumpulkan hartanya apakah dari jalan yang halal atau dari jalan yang haram. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam telah meramalkan hal ini dengan sabdanya “Nanti akan datang satu masa; di masa itu manusia tidak perduli dari mana harta itu ia peroleh, apakah dari yang halal ataukan dari yang haram” (HR. Al Bukhari).
Setiap muslim harus hati-hati dalam mencari mata pencaharian hidupnya kerena banyak manusia yang terdesak masalah ekonomi lalu ia menjadi kalut hingga tidak perduli lagi harta itu dari mana ia peroleh. Ada yang memperoleh harta dari usaha-usaha yang batil, misalnya hutang tidak dibayar, korupsi, riba, merampok, berjudi dan lain sebagainya. Orang yang mencari usaha dari yang haram akan mendapat siksa dari Allah, seperti disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam : “Barangsiapa yang dagingnya tumbuh dari barang yang haram, maka Neraka itu lebih patut baginya (sebagi tempat).” (HR. Al Hakim)
Harta yang kita dapat dengan cara yang halal harus pula kita infaqkan pada jalan yang benar pula. Bila tadi disebutkan bahwa harta itu milik Allah, maka wajib pula kita gunakan harta itu dalam rangka untuk menggakkan kalimat Allah di muka bumi ini.
Di dalam Al Qur’an ada delapan golongan yang berhak mendapat zakat, yaitu para fuqara (orang fikir), masakin (orang miskin), amil (pengurus) zakat, Mua’llaf (orang yang baru masuk islam), untuk membebaskan budak, orang-orang yang berhutang, untuk perjuangan jalan Allah dan orang yang sedang dalam perjalanan. Di masa-masa sekarang ini ada beberapa kelompok yang masuk prioritas utama yang berhak mendapat infaq dan shadaqah, yaitu golongan fuqara, masakin dan orang yang di jalan Allah.
Orang fakir adalah orang yang butuh tetapi tidak mempunyai pekerjaan sedangkan hidupnya digunakan untuk membantu agama Islam. Jadi orang fikir yang dibantu adalah orang yang memang hidupnya untuk berjuang di jalan Allah bukan pemalas yang tidak mau berusaha dan tidak melaksanakan syari’at Islam. Sedangkan orang miskin adalah orang yang berusaha tetapi usahanya hanya mencukupi kebutuhan minimalnya dalam keluarganya untuk makan sehari-hari.
4. BadanManusia merupakan mahkuk yang paling sempurna yang diciptakan Allah dimuka bumi ini. Dengan kesempurnaan susunan tubuh serta akal fikiran yang diberikan Allah, manusia dijadikan sebagai khalifah di bumi, manusia dibebani taklif agar dapat melaksanakan fungsinya dengan baik. Jasmani manusia ini dituntut bekerja untuk melaksanakan fungsi khilafah dalam rangka mengabdi kepada Allah. Letihnya manusia dalam malaksanakan ibadah kepada Allah akan diganjar dengan pahala. Tetapi bila letihnya dalam rangka bermain-main, mengerjakan maksiat, perbuatan sia-sia, beribadah dengan yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, maka sia-sialah letihnya itu bahkan ada yang diganjar dengan api Neraka, karena mereka termasuk orang-orang yang celaka, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam :”Tiap-tiap amal (pekerjaan) ada masa-masa semangat, dan tiap–tiap masa semangat ada masa lelahnya maka barangsiapa lelah letihnya karena melaksanakan sunnahku, maka ia telah mendapatkan petunjuk, dan barangsiapa lelah letihnya bukan karena melaksanakan sunnahku, maka dia termasuk orang yang binasa” (HR. Al Hakim dan Al Baihaqi).
Demikianlah pada hari mahsyar masing-masing manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas segala perbuatan yang telah dikerjakannya selama hidupnya di dunia. Sudah siapkah kita menjawab pertanyaan-pertanyaan yang akan ditanyakan kepada kita pada saat itu? Kalau belum kapan lagi kita mempersipkan diri kalau tidak sekarang?
Segala puji bagi Allah, Penguasa sekalian alam, semoga shalawat dan salam tetap tercurahkan atas nabi kita Muhammad, keluarganya dan para shahabatnya.
Disalin dari Pamflet Siapkah Anda Menghadapi Empat Pertanyaan di Padang Mahsyar? oleh Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas, Diterbitkan oleh Islamic Cultural Center Dammam




Rabu, Desember 23, 2009

Mengapa Harus Ada Hari Ibu?


Jika Anda punya account Facebook, cobalah lihat sejenak. Jika kemarin Anda kebetulan membukanya, niscaya ribuan status yang ada di sana berisi tentang pujian, penghargaan, apresiasi, dan segala hal lainnya kepada seorang ibu. Begitu juga di surat kabar, televisi dan media-media lainnya juga sama membahas tentang kemuliaan seorang ibu. 22 Desember memang dinobatkan menjadi Hari Ibu—seperti yang kita ketahui.

Tidak ada yang salah dengan kemuliaan seorang Ibu. Islam, sejak keberadaannya dan sejak dibawa oleh Rasulullah, telah meletakkan posisi seorang ibu sangat tinggi. Ibu, ibu, ibu, baru kemudianlah seorang ayah, yang wajib dihormati oleh seorang anak, begitu hadist Rasulullah saw yang sudah terkenal. Pemuliaan kepada seorang ibu terjadi setiap waktu, bukan hanya satu hari saja.

Tentu jika sekarang ada Hari Ibu, maka ada sesauatu yang lain di sana. Hari Ibu adalah hari peringatan/ perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anaknya, maupun lingkungan sosialnya. Peringatan dan perayaan biasanya dilakukan dengan membebas-tugaskankan ibu dari tugas domestik yang sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya. Dan Hari Ibu dilaksanakan di seluruh dunia dengan nama Mother’s Day dengan berbeda-beda tanggalnya.

Menurut Wikipedia, Peringatan Mother’s Day di sebagian negara Eropa dan Timur Tengah, mendapat pengaruh dari kebiasaan memuja Dewi Rhea, istri Dewa Kronus, dan ibu para dewa dalam sejarah Yunani kuno. Maka, di negara-negara tersebut, peringatan Mother’s Day jatuh pada bulan Maret. Di Amerika Serikat dan lebih dari 75 negara lain, seperti Australia, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hongkong, peringatan Mother’s Day jatuh pada hari Minggu kedua bulan Mei karena pada tanggal itu pada tahun 1870 aktivis sosial Julia Ward Howe mencanangkan pentingnya perempuan bersatu melawan perang saudara.

Jadi di sini, Hari Ibu bisa jadi kedudukannya sama dengan Hari Valentine, April Mop, Tahun Baru Masehi, Hari Bumi dan hari-hari lainnya yang bermuara pada kepercayaan pagan Yunani. Merayakannya sama saja dengan mengakui adanya kebiasaan-kebiasaan ritual itu.

Mungkin ada pembenaran; yah, nggak apa-apalah, dalam satu hari, seorang ibu libur dulu dari tugas-tugas rutinnya. Ibnu Umar ra berkata, Sabda Rasulullah saw bersabda: "Wanita yang tinggal di rumah bersama anak-anaknya, akan tinggal bersama-samaku dalam surga." Artinya, tidak ada berhenti atau cuti ketika sudah menjadi ibu—posisi yang sangat mulia dalam kehidupan. Adapun beban pekerjaan, bukankah Islam telah mengatur sedemikian rupa pendelegasian dengan suami hingga semua tugas dibagi rata antara suami dan istri?

Hadist di atas bukannya mengekang seorang perempuan atau seorang ibu. Kita tentu ingat bahwa Rasul juga membuka wilayah social untuk para muslimah ketika itu. Ada banyak kisah yang menceritakan keterlibatan para ummahat dalam dakwah Rasulullah, termasuk peperangan.

Lantas, dimanakah posisi lelaki? Mungkin satu hadist ini bisa menjadi petunjuk dari berbagai posisi lelaki dan perempuan dalam Islam, "Satu dinar yang kamu belanjakan ke jalan Allah, satu dinar yang kamu belanjakan untuk memerdekakan budak, satu dinar yang kamu sedekahkan kepada orang miskin, dan satu dinar yang kamu belanjakan untuk kepentingan keluarga, yang paling besar pahalanya adalah yang kamu" belanjakan untuk kepentingan keluarga."(HR Muslim).

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: ‘Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)’. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (sa/berbagaisumber)

Rabu, Oktober 14, 2009

Padang berduka

Baru sempat saat ini saya posting kabar saya di padang.
sudah sejak tanggal 8 Oktober saya di sini, ditugaskan perusahaan tempat saya bekerja untuk recovery network.
Sebelum, sampai ke Padang, sempat pikiran dihinggapi rasa khawatir.
bismillah, ini tugas dalam hatiku.
Syukur alhadulillah, tidak semua titik kota dan pemukiman rusak dan hancur. Memang ada beberapa kabupaten yang parah. dan kebetulan saya ditugaskan di kota padang sebagai tempat posko kami sesekali keliling kota melihat keadaan.
informasi dari penduduk/orang setempat yang saya tanyakan bahwa di kabupaten Pariaman adalah yang paling parah terdampak gempa.
gedung-gedung pemerintahan juga banyak hancur... namun juga banyak yang masih utuh.

cletukan teman yg satu mobil dengan saya, wah ini pasti yang garap dulunya bukan Pemborong (baca-kontraktor), pasti dulunya yang garap Pembohong!
ketika menemukan sebuah gedung hancur namun gedung sebelahnya dengan ukuran yang sama tidak hancur.
dan Alhamdulillah, sampai hari ini saya lihat aktifitas di padang berjalan normal
kembali. jalan-jalan telah ramai dengan kendaraan namun sesekali masih terdengar bunyi sirine mobil ambulan atau polisi melintas mengirim bantuan ke tempat bencana.
Semoga Alloh memberikan ketabahan dan meninggikan derajat orang-orang yang tertimpa bencana ini, dan semoga diberikan kesabaran.Amiin

Selasa, September 15, 2009

Aufiya & Adibah



Aufiya & Adibah;
Baru satu minggu Adibah bisa tengkurap.
Kini, usianya 3,5 bulan. Alhamdulillah, senantiasa sehat wal afiyat.
Foto ini diambil Mamanya, saat Aufi ngajak ngobrol adiknya Adibah. Ntah mereka saling memahami masing-masing yang diomongin nggak ya?!
I love all of you full....

Rabu, September 02, 2009

Romadhon 1430H


Bulan Penuh rahmat, maghfiroh dimana pintu neraka ditutup rapat-rapat dan pintu surga dibuka lebar-lebar.
bagi siapa, tentu bagi hamba Alloh yang penuh keimanan dan kebahagiaan menyambutnya.
Alhamdulillah,...
Alloh telah mentakdirkan kami sekeluarga bertemu kembali dalam bulan suci ini.
penuh harapan dengan bulan suci.
tahun lalu, kami masih bertiga kini berempat dengan adiknya.
Mereka berdua (Aufi & Nanaf) buah hati kami selalu memberikan titik harapan di kehidupan dunia dan akhirat kami.
Aufi yang semakin pintar menerima ajakan dan pengajaran kami.
saat ini dia telah mengikuti pendidikan pra sekolahnya (informal schooling) dengan bergabung dengan ustadzah Eka dan guru privatnya Mbak Yayah.
Jazakumulloh khairan katsiraa.
Boleh kan kami berharap?
Semoga mereka berdua menjadi seorang hafidha. penghafal Alquran.
Amin
Harapan-harapan ini coba kita tanamkan kepada mereka berdua sejak dini.
Alloh,..
Engkau maha Mendengar Doa Hamba-Hamba Mu.
Kabulkan doa Kami. Amiin

Jumat, Juni 26, 2009

Alhamdulillah, Adiknya Aufi terlahir


Waktu itu, tepat tanggal 17 Mei 2009 (Jumadil awal 22, 1430 H) pukul 15:50wib.
adiknya Aufi terlahir, di Rumah Sakit Putri-Surabaya.
Alhamdulillah...
Alloh memberi kemudahan dalam proses persalinan tsb.
masuk rumah sakit pukul 15.00
dan ternyata sudah "pembukaan" 8. Subhanalloh.

Ya Alloh,...
Jadikanlah anak-anak dan keturunan kami menjadi ladang amal sholeh/sholehah dan amal jariyah untuk kedua orang tuanya.

Sabtu, Agustus 16, 2008

Berkat Doa Aufi & Mamanya


Aufi,... doakan Abi ya!!! demikian ucapanku terakhir sebelum berangkat.

Alhamdulillah, setelah melalui persiapan yang singkat dan padat. (karantina 2 hari di jakarta) dan belajar dari You tube.
Tentu doa dari 2 orang yang aku kasihi, akhirnya membuahkan hasil.
pulang membawa kemenangan, juara III lomba kaligrafi di acara MAN VII Telkom Group di Banda Aceh, 1- 5 Juli 2008 lalu.
Terima kasih buat panitia mas Ridwan dll, ustad Makmun, ketua Kafilah Bp. Chairuddin, teman belajar kaligrafi mas Syaifuddin dan semuanya yang tidak bisa saya sebut satu persatu. Jazakumullah Khairon katsiro.
ini pengalaman berharga dan semoga menjadi manfaat buat saya pribadi dan keluarga.
yang pasti tidak terlupakan

Jumat, Februari 22, 2008

Aufi mau ganti baju



Bangun tidur ku terus mandi,
tidak lupa menggosok gigi,
habis mandi ku tolong mama,
membersihkan tempat tidurku...

Selasa, Oktober 23, 2007

Nyantai dulu Ahhhh..


Setelah seharian muter-muter ikut Abi dan Mama (Oh ya.. kenapa memanggil Mama- karena nama Mamanya sudah ada kata "Ummi" Fariani) silaturrahim mengunjungi Sanak Keluarga, Aufi duduk santai dan bergaya di depan kamera. Ini salah satu gaya dia lagi duduk di boneka kijang. Oh ya... hampir lupa. Kami sekeluarga mengucapkan;
"SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1428H, MOHON MAAF LAHIR & BATIN"
Semoga Alloh mengabulkan amal ibadah kita dibulan Romadlon dan dipertemukan kembali bulan suci tsb untuk yang akan datang, Amiiin.

Silaturrahim ke Rumah Mbah Buyut


Foto ini Abi ambil saat Kami dan Aufi berkunjung ke rumah Mbah Buyut, yaitu Mbah dari Abinya. Aufi senaaaang banget. Tahu nggak kalo ekspresi Aufi saat HAPPY? Kedua kaki dan tangannya digerak-gerakkan ke segala arah.Bahagiiaa banget rasanya ketika bisa mengetahui perasaan anak kami.
Kami ingin ketika Aufi beranjak dewasa, kami (orang tuanya) menjadi tempat berbagi rasa anak-anak kami.
We love you Aufi.

Kamis, Oktober 04, 2007

Aufi Sakit


Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.

Itu yang berusaha selalu kami ucapkan.
Sejak 8 Agustus 2007 sampai dengan 26 September 2007, anak kami Aufi telah Opname 3 kali; 1 kali di RS RKZ & 2 kali di RS Mitra Keluarga.
1. Berak darah & diare. diduga karena intoleransi pada makanan yang mengandung laktosa.
2. Pilek & batuk dengan indikasi terkena pneumonia. kata Mamanya ini cukup berbahaya jika terjadi pada anak, karena akan berakibat sesak napas yang semakin parah jika tidak diobati.
3. Diare (tertular saat rawat inap penyembuhan pneumonia). yang ketiga ini kami berusaha dengan rawat jalan (satu hari sebelum pulang dari RS saat sakit batuk & pneumonia). Hari kedua Aufi bisa bertahan walaupun Aufi dalam sehari telah berak sebanyak 8 kali. karena minumnya cukup kuat dan banyak. Larutan Pedialit kami berusaha terus berikan. Namun kekhawatiran kami sebagai orang tua semakin bertambah ketika hari ketiga anak kami terlihat lemas.
Capek itu pasti. bahkan 10 hari di bulan romadlon ini kami merasa kurang maksimal untuk memanfaatkannya.
Semoga Alloh senantiasa memberikan keberkahan kepada keluarga kami.

Kamis, Juni 21, 2007

Alhamdulillah, Buah Hati Kami Terlahir


Afwan katsir...
Lama banget saya tidak meng-up date web ini.
Sampai lupa untuk berbagi kabar kebahagiaan....
anak kami, buah hati kami, telah terlahir dengan selamat. ALHAMDULILLAH
lahir 15 Maret 2007, di kampung halaman kami; Pamekasan.
Cantik... banget, secantik Mamanya;)
namanya BILQIS AUFIYA RASYID, panggilan AUFI BB 3.25 kg dan P: 50cm
mengapa kami memberi nama tsb?
Kami punya cita-cita dan doa terhadap anak kami:
- Menjadi wanita sholehah, figur seorang ratu BILQIS-yang namanya tercantum indah dalam Al Quran.
- AUFIYA, yang bermakna Setia/Kesetiaan kepada Siapa...?
- AR RASYID, kesetiaan kepada Alloh -Ar Rasyid (Maha Pandai/Cerdas): salah satu dari Asmaul Husna (Nama-nama Baik Alloh) yang kebetulan nama belakang Abinya.
Alhamdulillah.......
I love both of you, Aufi 'n Mama.

Senin, November 06, 2006

Who am I?

Siapa Saya?
Atau Bahasa "Inggris Timur"nya Sapa Sengko'?
Atau Bahasa Jawanya Sapa Kula?

Nama saya : H. Ahmad Fathor Rasyid, ST.
Saya adalah seorang anak laki-laki dari tiga bersaudara-Anak Pertama.
Terlahir 29 tahun yang silam di salah satu kota kecil di Pulau Garam, yaitu Pamekasan, 3 Mei 1977.
Semoga Alloh melimpahkan kasih sayangnya kepada kedua orang tua saya, karena beliaulah... saya bersyukur menjadi seperti saat ini.
Ya Alloh,.... kasihi kami dan kedua orang tua kami.

Telah menikah dengan seorang wanita cantik dan sangat luar biasa, Mama dari calon anak-anak saya yang sholeh dan sholehah. Amin (saat ini dia telah mengandung anak saya)
Dia adalah Ummi Fariani, S. Ked.
terlahir 24 tahun silam di kota kelahiran yang sama. Pamekasan
dengan membaca
Bismillahirrohmanirrohiim
Web ini saya launching dan semoga menjadi manfaat buat kita semua.
Amiin

Best regard
Fathor